BATAM (pamungkass.com) — Amsakar Achmad mundur dari jabatan Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau. Ia memilih memusatkan perhatian pada persoalan banjir, sampah, dan distribusi air bersih yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di Batam.
Keputusan itu dikukuhkan lewat Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 66-Kpts/DPP-NasDem/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, yang diteken Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim. Dalam kepengurusan periode 2026–2029, posisi ketua beralih kepada Pietra Machreza Paloh. Endang Dwi Socowati menjabat sekretaris dan Khazalik bendahara.
Langkah Amsakar ini mengakhiri rangkap peran yang selama setahun terakhir ia jalani: kepala daerah sekaligus pimpinan partai tingkat provinsi. Ia menilai beban kerja di Pemerintah Kota Batam dan BP Batam menyita waktu dan energi.
“Dengan intensitas kegiatan yang tinggi di Pemko dan BP Batam, ruang untuk mengurus partai menjadi terbatas. Mengurus partai butuh konsentrasi penuh,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut dia, sejak menerima mandat dari DPP, ia sudah menyampaikan soal sulitnya membagi fokus antara pemerintahan dan partai. Setelah berdiskusi dengan pimpinan pusat, jabatan itu diserahkan kepada kader yang dinilai memiliki waktu lebih longgar. Dari proses tersebut, muncul nama Pietra Paloh.
“Awal diberikan surat mandat oleh Pak Surya Paloh, tapi melihat volume kerja yang sedemikian tinggi, saya bertemu dengan Waketum menyampaikan beberapa pemikiran tentang tidak efektif. Setelah berdiskusi, jika ada yang lebih fokus dan punya waktu untuk mengkoordinasikan partai di tingkat Kepri, kami percayakan kepada kawan-kawan yang punya waktu cukup,” katanya.
Keputusan Amsakar menimbulkan spekulasi politik di tingkat daerah. Namun Amsakar membantah ada manuver atau arah politik baru di balik langkah tersebut. Ia tetap berada di partai yang mengusungnya menjadi pemenang Pilkada.
“Saya tidak meninggalkan NasDem, hanya tidak menjadi ketuanya. Sampai hari ini saya masih anggota,” katanya. Ia juga menepis isu perpindahan partai. “Belum ada pemikiran ke A atau ke B. Itu spekulasi.”*
(sumber: gokepri.com)













