Pamungkass.com
Kepri  

Antisipasi Penyelundupan Narkoba Saat Lebaran, Bea Cukai Batam Perketat Pengawasan Perairan kepri

(internet)
banner 120x600

BATAM (pamungkass.com) – Guna mengantisipasi penyelundupan narkoba saat moment hari Idul Fitri 1446 H/2025, Bea Cukai Batam memperketat pengawasan di perairan Kepulauan Riau. Jaringan narkotika internasional diduga memanfaatkan momentum libur panjang untuk melancarkan aksinya.

“Menjelang Lebaran, fokus utama banyak instansi tertuju pada pelayanan publik. Kami mewaspadai celah yang bisa dimanfaatkan penyelundup narkoba melalui jalur laut,” kata Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, Kamis (27/3/2025).

Menurut Zaky, aktivitas penyelundupan narkoba di Kepri mulai menunjukkan tren peningkatan. Sejak Januari hingga Maret 2025, Bea Cukai Batam telah melakukan 16 kali penindakan, terutama di Bandara Hang Nadim Batam.

Diketahui, Bea Cukai bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Operasi yang berlangsung selama tiga hari itu berhasil mengidentifikasi kapal nelayan KM Rangga Putra yang membawa 93 kilogram sabu dalam kemasan teh China, Selasa (25/3/2025).

Narkoba tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui perairan Kepri dan diperkirakan tiba saat Lebaran. Namun, aksi ini berhasil digagalkan petugas sebelum barang haram itu sampai ke tujuan.

“Sepertinya aktivitas penyelundupan narkoba di Kepri kembali meningkat. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan di laut,” ujar Zaky.

Zaky mengungkapkan bahwa modus ship to ship di perairan Outer Port Limit (OPL) masih menjadi taktik favorit para penyelundup. Mereka mentransfer narkoba dari kapal besar ke kapal kecil sebelum masuk ke wilayah Kepri.

“Modus ini sebenarnya bukan hal baru. Jaringan narkoba terus menggunakan cara yang sama untuk memasok barang haram ke Kepri,” katanya.

Selain jalur laut, Bea Cukai juga memperketat pengawasan di pintu masuk dan keluar Kepri, termasuk di enam terminal feri internasional, empat terminal feri domestik, dan Bandara Hang Nadim Batam.

Untuk mengoptimalkan pengamanan, Bea Cukai menambah jumlah personel hingga 20 persen dan mengerahkan anjing pelacak K-9 yang terlatih dalam mendeteksi narkotika serta uang tunai.

“Kami memiliki tujuh anjing pelacak dengan spesialisasi masing-masing. Salah satunya, anjing bernama Luigi, mampu mendeteksi uang tunai. Dua anjing lainnya fokus pada patroli laut,” kata Zaky. *

(sumber:gokepri.com)

banner 325x300