Pamungkass.com
Berita  

Batam Super Heterogen, Amsakar Minta FPK Terus Berkontribusi Pertahankan Keharmonisan

(istimewa)
banner 120x600

BATAM (pamungkass.com) – Kemajuan Kota Batam sebagai kawasan investasi yang maju dan moderen menjadi magnet bagi berbagai suku, agama, ras, profesi, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan lainnya mencari kehidupan di Kota Batam. Hal itu menjadikan Kota Batam super heterogen.

“Kehetorenan ini, berpotensi menimbulkan bibit perpecahan. Alhamdulillah, Kota Batam meraih penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan ini tentu ada peran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam, karena 51 paguyuban bernaung di bawah FPK Kota Batam,” ujar Walikota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi menghadiri Halal Bihalal FPK Kota Batam di King’s Hotel Batam, Kamis (17/4/2026).

Kalau ada bibit konflik, lanjut Amsakar, FPK bisa langsung memediasi melalui kepala-kepala paguyuban menyelesaikan perselisihan. “Terus bantu Pemerintah Kota Batam, menciptakan kondusivitas dan kedamaian. Kondusivitas dan kedamaian ini salah satu modal untuk iklim investasi, memberikan kenyamanan bagi investor masuk,” pinta Amsakar.

Apalagi, masih Amsakar, Kota Batam yang berhadapan langsung di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dunia paling sibuk, harus memetik keuntungan dalam geopolitik ini.

“Selat Malaka ini bila dibandingkan dengan Selat Hormuz di Iran, Selat Malaka jauh lebih strategis dan besar pengaruhnya. Kita yang ada di Kota Batam, harus solid tidak mudah terpecah belah, agar investasi terus masuk ke Kota Batam,” pesan Amsakar.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung SH MH, memperkuat bahwa pencapaian Batam menjadi sorotan nasional ditandai dengan banyaknya penghargaan yang diraih. Seperti penghargaan Indeks Harmoni Indonesia, daerah keberagaman yang kondusif, tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) tinggi, dan lainnya.

“Mari kita pertahankan Batam tetap damai, karena semua itu berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Batam. Di sinilah salah satu peran FPK,” ujar Riama.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hala Bihalal yang juga Bendahara FPK Kota Batam, Mulyadi Nasution, mengamini FPK akan terus merajut kebersamaan dalam keberagaman untuk menjaga Batam damai, berkontribusi pertumbuhan ekonomi Batam.

“Tapi Bu Kaban, tolong dibantu juga proposal FPK supaya program-program yang kami susun melalui proposa yang diajukan berjalan efektif. Kalaupun seandainya tak disetujui 100 persen, minimal 80 persen tolong dibantu didukung. FPK dan 51 paguyuban se-Tanah Air yang ada di Kota Batam bernaung di bawah FPK, berkomitmen membantu pemerintah menjadikan Batam Rumah Kita Bersama,” pungkas Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Batam, H Budi Darmawan SAg MSy yang tampil sebagai penceramah yang juga mantan Ketua FPK Kota Batam, menyebutkan, negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa bersatu padu karena meninggalkan keegoan, yang ada hanya persatuan yaitu NKRI.

“Begitu juga kita yang ada di Kota Batam yang heterogen ini, tanggalkan label masing-masing. Maka yang ada adalah keharmonisan menjadikan Batam Rumah Kita. Sebagai rumah, kita rawat, kita jaga, tempat kita mencari nafkah anak dan istri. Insya Allah, Batam akan tetap damai kalau kita tetap Bersatu, tidak mudah dipecah belah. Musuh dari luar gampang kita cegah dan kenali, yang susah itu musuh dalam diri kita sendiri,” ingat Budi.(r)

banner 325x300