BATAM (pamungkass.com) — Ada dugaan praktik kecurangan dalam proses penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam (UIB), Tahun Akademik (TA) 2025/2026.
Sehingga dugaan telah mencuat, setelah munculnya 2 data seleksi yang menunjukkan bahwa adanya ketidaksesuaian data antara hasil seleksi resmi dengan nama-nama mahasiswa yang dinyatakan lulus.

Hal itu berdasarkan dokumen resmi atas Surat Keputusan Wakil Rektor III Nomor 0024/WR3/KEP-UIB/X/2025, tentang Hasil Seleksi Tahap 3 untuk Program Beasiswa Pendidikan Dokter, pada Fakultas Kedokteran UIB.
Andi, salah seorang pemerhati pendidikan di Batam mengatakan, awalnya tercatat data diumumkan sebanyak 30 orang peserta seleksi yang telah dipublikasikan kampus. Kemudian pengumuman tersebut dirubah menjadi 34 peserta, yang mengikuti tahapan akhir seleksi.
“Dalam lampiran tersebut terdapat keterangan hasil berupa : Yakni, “Full Funded, Parsial, dan Tidak Lolos”. Atas pengumuman pihak panitia, yang ditandatangani oleh Ketua panitia seleksi, Dr Hefi Hefri Ariyanto, atas pengumuman yang kedua kalinya dan yang berbeda,” ungkap Andi.

Terhadap informasi yang beredar, terangnya, menunjukkan adanya nama-nama yang tidak tercantum dalam daftar lulus. “Akan tetapi diterima sebagai mahasiswa baru dan peserta yang dinyatakan tidak lulus. Namun tetap mendapatkan status beasiswa parsial,” ucapnya.
“Sehingga kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak, termasuk para peserta seleksi yang merasa dirugikan. Beberapa calon mahasiswa baru mengaku memiliki bukti komunikasi, beserta dokumen internal yang menunjukkan adanya intervensi pihak tertentu dalam proses penetapan hasil seleksi,” ujarnya.
Maka, tegas Andi, mereka menilai keputusan kelulusan itu tidak sepenuhnya didasarkan pada hasil akademik, maupun kemampuan wawancara. Melainkan, imbuhnya, dipengaruhi oleh faktor-faktor non -teknis. Seperti adanya hubungan pribadi, dan rekomendasi internal.

Kepala Humas UIB, Dr. Listia Nurjanah saat diwawancarai mengakui, ada kesalahan dalam pengumuman awal itu. Sebab ada data peserta seleksi masih ada yang belum dimasukkan, sehingga belum lengkap.
Oleh karena itu, sebut Listia, maka pengumuman ditarik kembali, dan kemudian diganti atau diterbitkan lagi pengumuman yang baru.
“Kami mengakui adanya sebuah kesalahan dalam pengumuman itu, karena data yang dimasukkan panitia belum lengkap, sehingga pengumuman itu ditarik kembali. Dan kami sudah meminta maaf kepada peserta seleksi dan orang tua calon mahasiswa baru, terkait kesalahan itu,” ucap Listia, Kamis (16/10/2025), di ruang kerjanya.
Iapun menyebutkan bahwa semua proses seleksi itu, sudah dilakukan sesuai prosedur, dan diawasi oleh tim independen dari universitas.
“Bahkan, kami membuka ruang bagi para peserta seleksi untuk mengetahui nilai hasil tes mereka. Terutama bagi yang merasa tidak puas atau tidak lulus. Silahkan,” ungkapnya.
Namun, pernyataan itu justru juga menimbulkan desakan agar pihak kampus membuka transparansi data penilaian seleksi tahap 3, termasuk kriteria kelulusan dan bobot penilaian tiap tahap.
Sementara itu sejumlah pengamat pendidikan menilai, jika dugaan kecurangan ini benar terjadi. Hal tersebut tentunya dapat merusak kredibilitas di lembaga pendidikan tinggi serta mencederai semangat meritokrasi dalam dunia akademik.
“Program beasiswa pendidikan dokter seharusnya diberikan secara adil dan transparan kepada mereka yang benar-benar layak berdasarkan kemampuan,” papar Andi, dari pemerhati pendidikan di Batam.
Saat ini, ucapnya, beberapa pihak berencana melaporkan kasus ini ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, dan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, agar dilakukan audit dalam proses seleksi.
Maka itu, para peserta berharap ada sebuah langkah cepat untuk mengembalikan keadilan maupun memastikan, agar semua proses penerimaan mahasiswa baru di UIB dapat berjalan lebih terbuka di masa masa mendatang. (Nov)















