PAMUNGKASS.COM – Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada H+3 Lebaran Idul Fitri, Rabu, 2 April 2025, pukul 16.04 WIB.
Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak atau sekitar 3.891 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal tampak mengarah ke timur.
Pos Pengamatan Gunung Api Marapi melaporkan bahwa aktivitas vulkanik tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan berlangsung selama sekitar 39 detik. Saat ini, status Gunung Marapi berada di Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak erupsi.
“Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek,” demikian imbauan resmi PVMBG.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.
Ancaman banjir lahar dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi mengancam pemukiman serta infrastruktur.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah perlindungan jika terjadi hujan abu.
“Jika hujan abu turun, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan,” lanjut pernyataan tersebut.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, masyarakat diimbau agar tidak menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi terkait erupsi ini.
“Seluruh pihak diharapkan tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” tegas PVMBG. *
(sumber: harianhaluan.com)















