Pamungkass.com
Berita  

Hadapi Disrupsi Digital, SMSI Kepri Konsolidasikan Kekuatan Media Siber Melalui Rakor 2026

Ketua SMSI Kepri, Rinaldi Samjaya memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), 2026. (istimewa)
banner 120x600

BATAM (pamungkass.com) – Industri pers ataupun media siber sekarang ini tengah berada dalam tekanan berat. Disrupsi teknologi, serta persaingan yang kian ketat, menurunnya kepercayaan publik, dan menjadi tantangan nyata yang dihadapi perusahaan pers saat ini.

Menyikapi kondisi tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) 2026, sebagai konsolidasi dan langkah penguatan bersama, dengan mengusung tema, “Media Sehat, Bisnis Kuat”, Sabtu (17/01/2026), di Hotel Golden View, Bengkong, Batam.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB, hingga ke pukul 16.00 WIB ini, turut dihadiri Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Anggota DPRD Kota Batam Rival Pribadi, Dewan Penasehat SMSI Kepri, Dato’ Paulus Amat Tantoso sejumlah praktisi hukum, kalangan pengusaha, dan jajaran pengurus, serta anggota SMSI dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Diantaranya dari Batam, Karimun, Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat telah memaksa media siber melakukan penyesuaian besar.

Transformasi manajemen, inovasi model bisnis, serta peningkatan kualitas konten, menjadi sebuah keharusan agar media siber tidak sekadar bertahan, akan tetapi juga bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Selain tekanan ekonomi, praktik jurnalistik yang tidak sehat dinilai turut memperburuk citra media di mata publik. Karena itu, rakor juga menegaskan bahwa media siber merupakan institusi bisnis berbasis kepercayaan.

Tanpa integritas, independensi dan profesionalisme, maka terhadap keberlangsungan media akan sulit terjaga. Dalam konteks ini, SMSI diposisikan sebagai sebuah wadah konsolidasi, termasuk pembinaan perusahaan media siber, terhadap advokasi hukum serta penegakan etika pers.

Ketua SMSI Provinsi Kepri, Rinaldi Samjaya, menekankan, persatuan antar perusahaan pers menjadi kunci utama menghadapi situasi tersebut.

“SMSI adalah organisasi pemilik media. Ketika kita solid, posisi tawar kita akan jauh lebih kuat, baik dalam mengawal regulasi, menjaga independensi, maupun memperjuangkan keberlangsungan usaha pers,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih minimnya keberpihakan, terhadap kebijakan pemerintah dari sejumlah daerah, terutama untuk pembinaan media profesional.

Padahal, menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan.

” Media bukan sekadar penyampai informasi saja, akan tetapi penjaga ruang publik. Sudah selayaknya mendapatkan dukungan kebijakan yang adil,” ujarnya.

Melalui pra rakor ini, maka SMSI Kepri merumuskan arah program kerja 2026 yang difokuskan pada 5 pilar strategis. Yakni di penguatan organisasi, serta perusahaan pers, peningkatan kualitas SDM, konten, bisnis media, dan advokasi hukum beserta pengembangan ekosistem pers.

Kelima pilar tersebut, dirancang untuk melahirkan media siber yang berdaya saing, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman. Baik itu di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas Aneng mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama.

“Kalau ingin besar, kuncinya ialah kebersamaan. Seperti sapu lidi, jika bersatu, maka akan kuat, dan bisa memberi manfaat,” ujarnya.

Iapun berharap SMSI Kepri dapat terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah maupun pihak swasta, agar dapat menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, dengan mencerahkan seluruh lapisan masyarakat.

Rakor SMSI Provinsi Kepri 2026 inipun ditutup dengan komitmen bersama untuk bisa memperkuat ekosistem pers yang sehat, kokoh, profesional, independen, serta berorientasi pada keberlanjutan bisnis.

Konsolidasi ini menjadi penegasan peran SMSI Kepri sebagai garda depan media siber bermartabat di Provinsi Kepulauan Riau.(r/nov)

banner 325x300