Pamungkass.com

KBRI Imbau WNI Siaga di Timur Tengah Pasca Serangan ke Iran

(internet)
banner 120x600

JAKARTA (pamungkass.com) — Warga negara Indonesia (WNI) di Iran dan Uni Emirat Arab diminta meningkatkan kewaspadaan. Hal ini setelah memanasnya situasi Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Serangan terbaru AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) memperburuk ketegangan kawasan. Situasi ini berdampak pada keamanan regional, termasuk negara-negara Teluk.

Kedutaan Besar RI di Teheran meminta WNI tetap tenang dan memperkuat pengamanan diri bersama keluarga di kediaman masing-masing. WNI juga diminta aktif melaporkan kondisi wilayahnya melalui jalur koordinasi yang telah dibentuk serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Dalam kondisi darurat, KBRI Teheran membuka hotline di +989024668889 untuk layanan konsuler.

Di Uni Emirat Arab, KBRI Abu Dhabi mengeluarkan imbauan serupa. WNI diminta berhati-hati dalam aktivitas harian dan menghindari area yang berpotensi terdampak perkembangan keamanan.

Perwakilan RI itu meminta masyarakat Indonesia tetap memantau informasi dari sumber resmi dan menjaga komunikasi dengan sesama WNI maupun keluarga.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan di wilayah Abu Dhabi, KBRI menyediakan hotline +971-566156259. Sementara di Emirat bagian utara, KJRI Dubai membuka layanan darurat di +971-563322611 dan +971-564170333.

KBRI Abu Dhabi menyatakan terus memantau situasi dan akan menyampaikan pembaruan sesuai perkembangan di lapangan.

Serangan Sabtu itu merupakan yang kedua pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah aksi serupa pada Juni 2025. Trump menyebut operasi militer tersebut bertujuan melindungi rakyat Amerika dengan meniadakan ancaman yang ia kaitkan dengan dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Sebelum serangan terbaru, Washington dan Teheran menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman. Pertemuan berlangsung di Muscat dan Jenewa dengan fokus pada pembatasan tingkat pengayaan dan stok uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Putaran ketiga digelar pada Kamis (26/2) di Jenewa, hanya beberapa hari sebelum operasi militer terbaru berlangsung. Serangan itu memperbesar ketidakpastian atas kelanjutan jalur diplomasi yang tengah dirintis.*

(sumber: gokepri.com)

banner 325x300