Pamungkass.com
Berita  

Minang Geopark Run 2025 Jadi Momentum Sumbar Bangkit

(internet)
banner 120x600

BUKITINGGI (pamungkass.com) – Minang Geopark Run (MGR) 2025 kembali digelar di Kota Bukittinggi pada Minggu, 21 Desember 2025.

Meski hujan mengguyur sejak pagi, sebanyak 3.500 peserta tetap antusias memadati garis start di pelataran Jam Gadang sejak pukul 05.00 WIB.

Dalam kegiatan itu, para peserta juga melakukan doa bersama yang dipimpin ulama nasional Buya Mas’oed Abidin dan penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera Barat.

Event lari tahunan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pelepasan dilakukan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan peserta.

Founder Minang Geopark Run, Yv Tri Saputra, menjelaskan MGR 2025 mengusung tema #SumbarBangkit.

Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sumatera Barat yang terdampak banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelum ini MGR 2025 dijadwalkan pada 30 November 2025. Namun, even ditunda karena sejumlah daerah di Sumbar dilanda bencana,” kata Yv Tri Saputra.

Ia menambahkan, keputusan penjadwalan ulang diambil setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak terkait.

“Setelah berkonsultasi dengan otoritas terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Bukittinggi, diputuskan event tetap berjalan sesuai rencana dengan penjadwalan ulang pada 21 Desember 2025,” katanya.

Perubahan jadwal tersebut, lanjut Yv Tri Saputra, mempertimbangkan keselamatan peserta sebagai prioritas utama sekaligus membuka ruang kepedulian yang lebih luas terhadap masyarakat terdampak bencana.

“MGR ini untuk membantu pemda yang punya geopark. Kita promosikan dengan even lari. Kenapa lari, karena semua orang bisa lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, Sumatera Barat merupakan provinsi dengan jumlah geopark terbanyak di Indonesia, yakni delapan geopark yang tersebar di berbagai daerah.

Karena itu, penyelenggara secara konsisten menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah pemilik kawasan geopark.

“Besok kita tidak berpesta, tapi kita lebih menumbuhkan kembali semangat Sumbar bangkit pasca bencana,” ungkapnya.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Bukittinggi terhadap pelaksanaan MGR 2025 yang telah memasuki tahun keenam.

“Ini sudah keenam kalinya terlaksana. Kita dukung penuh. Pemko Bukittinggi anggarkan di APBD Rp 300 juta,” katanya.

Ramlan juga mengulas sejarah terbentuknya Geopark Sianok–Maninjau yang menjadi bagian penting dari kawasan lari.

Menurut catatan sejarah, geopark tersebut terbentuk akibat letusan Gunung Maninjau yang memisahkan wilayah Agam dan Bukittinggi hingga tercipta Ngarai Sianok dan Danau Maninjau.

Ia mengapresiasi tema #SumbarBangkit yang diusung MGR 2025 sebagai momentum kebangkitan pascabencana.

“Untuk pemulihan infrastruktur butuh waktu. Tapi ekonomi harus segera bangkit. Ini momentum bangkit pasca bencana, tidak boleh berlarut,” ulasnya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, dr Lila Yanwar.

“Ini momentum mengajak masyarakat Sumbar bangkit kembali pasca bencana,” kata Lila.

MGR 2025 diikuti sekitar 3.500 peserta, mayoritas berasal dari luar Sumatera Barat, terutama dari Riau dan provinsi tetangga. Warga Bukittinggi dan Agam tercatat hanya sekitar 20 persen dari total peserta.

Para pelari start dan finish di Jam Gadang, dengan kategori 21K, 10K, dan 5K yang dimulai bertahap sejak pukul 06.00 WIB, melintasi landmark ikonik Bukittinggi dan sekitarnya. ***

(sumber: harianhaluan.com)

banner 325x300