BATAM (pamungkass.com) – Analisis Perkembangan kondisi dinamika atmosfer wilayah Kepulauan Riau menunjukan adanya indikasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari kedepan.
Potensi terjadinya hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) serta adanya Bibit Siklon Tropis 91S di Wilayah Selatan Sumatera yang menyebabkan terbentuknya pola belokan angin (Shearline) di wilayah Kepri sehingga mengakibatkan perlambatan massa udara (Konvergensi) dan meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Kepri dan sekitarnya.
Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Kepri yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi yakni hujan lebat, banjir, angin kencang dan tanah longsor pada periode 18 – 21 Maret 2025, yaitu di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kab. Bintan, Kab. Karimun, Kab. Lingga, Kab. Natuna dan Kab. Anambas.
Waspada potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Batam, Perairan Bintan, Perairan Lingga, Perairan Selat Berhala, Perairan Kepulan Tambelan, Perairan Natuna, Perairan Kepulauan Subi Serasan, dan Perairan Anambas.
Dengan masih tingginya potensi curah hujan di Indonesia, masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana dihimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam membuka layanan informasi cuaca 24 jam 7 hari melalui nomor 0813 1470 7352, melalui aplikasi InfoBMKG (Android dan iOS) atau dapat mengakses website https://www.cuaca.bmkg.go.id. (r)















