Batam Siap Gelar ’16th World Bodybuilding Physique Sports Championship 2025′

Ketua Umum PBFI Kepri, Khairis (baju putih tengah) dan PBFI Kota Batam bersama Kadispora Kota Batam dan pengurus lainnya usai rapat persiapan 16th World Bodybuilding Physique Sports Championship 2025. (istimewa)

BATAM (pamungkass.com) – Batam siap menggelar 16th World Bodybuilding Physique Sports Championship 2025 pada 11–17 November 2025 mendatang.

Kejuaraan dunia ini akan diikuti oleh 170 negara dengan jumlah peserta lebih dari 800 hingga 1.000 orang yang terdiri dari atlet, official, hingga keluarga yang turut mendampingi. Ajang ini mempertegas posisi Batam sebagai pusat sport tourism kelas dunia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Provinsi Kepulauan Riau, Khairis, dalam pertemuan dengan segenap Pengurus PBFI Provinsi Kepri; Ketua PBFI Kota Batam, Deni Setiawan; dan juga Kepala Dispora Kota Batam, Zulkarnaen. Rapat juga dihadiri sejumlah pengurus dari PBFI Bintan, pelatih dan juga atlet dari Kota Batam yang akan ikut meramaikan iven dunia tersebut .

Khairis menjelaskan, Kejuaraan Dunia Binaraga yang akan digelar di Batam pada November 2025 mendatang merupakan edisi ke-16.

“Ajang yang bertajuk Body Building and Physique Sports World Complete Championship 2025 ini dilaksanakan langsung oleh Federasi Internasional Binaraga (WBPF). Indonesia melalui Batam mendapat kehormatan sebagai tuan rumah setelah diminta secara resmi oleh Presiden Binaraga Asia,” ucap Khairis.

Khairis atau akrab disapa Epi ini mengungkapkan, kejuaraan ini adalah kehormatan besar.

“Kita menyambut baik penunjukan Batam sebagai tuan rumah. Apalagi kita sudah punya pengalaman tiga kali sebelumnya, yakni dua kali ajang Asia dan sekali ASEAN. Sekarang levelnya dunia, tentu tantangannya jauh lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Lupa! Arsenal vs PSG di Semifinal Liga Champions Malam Ini

Epi menjelaskan, kejuaraan kali ini akan diikuti 170 negara dengan sekitar 800 atlet. Jumlah tersebut belum termasuk pelatih, pendamping, dan official lainnya yang akan datang ke Batam.

“Ini pesta olahraga yang benar-benar besar. Ribuan orang akan berkumpul di sini, dan itu artinya dampaknya juga sangat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PBFI Kota Batam, Deni Setiawan mengatakan PBFI mendapat tugas penting dalam mendukung kepanitiaan. Meski aspek teknis pertandingan ditangani langsung federasi dunia, pihaknya tetap bertanggung jawab pada banyak hal pendukung.

“Mulai dari kesehatan, keamanan, perlengkapan, sampai kelancaran pelaksanaan di lapangan, semua kita siapkan dengan matang,” kata Deni Setiawan .

Dia menyebut, iven itu secara langsung memberi multiplier effect terhadap ekonomi dari kehadiran ribuan tamu internasional tersebut.

“Selama seminggu penuh, mereka akan menginap, menggunakan transportasi, berbelanja, serta memenuhi kebutuhan makan dan lainnya di Batam. Perputaran ekonomi jelas meningkat. Ini Multiplier Effect yang sangat besar untuk Batam dan Kepri,” tegasnya.

Selain itu, Deni menilai keuntungan terbesar adalah adanya kuota enam atlet Indonesia yang bisa tampil langsung di kejuaraan dunia ini.

“Kalau biasanya kita harus keluar biaya besar untuk ikut seleksi dan berangkat ke luar negeri, kali ini cukup di rumah sendiri. Inilah yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” jelasnya.

BACA JUGA:  Waduh! Southampton Paling Cepat Terdegradasi dari Premier League
Sekum PBFI Kepri, Amri. (kiri) (istimewa)

Sekum PBFI Kepri, Amri, menambahkan bahwa kuota ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, kesempatan tersebut adalah ajang uji coba penting bagi atlet Indonesia, khususnya dari Kepri.

“Mereka bisa langsung mengukur kemampuan dengan atlet-atlet dunia. Target kita jelas, minimal bisa merebut posisi dua besar agar dapat tiket lolos ke kejuaraan berikutnya,” ujarnya.

Baik Epi maupun Amri sepakat, kejuaraan dunia ini menjadi tonggak penting bagi pembinaan binaraga di tanah air.

“Momentum ini tidak boleh terlewat. Ini instrumen untuk mempersiapkan atlet kita menuju prestasi dunia. Harapannya, dari Batam inilah lahir juara-juara yang bisa mengangkat nama merah putih di kancah global,” tutup keduanya.

Batam Destinasi Sport Tourism

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Zulkarnain, mengaku bangga ditunjuknya Batam sebagai tuan rumah iven bertaraf dunia tersebut.

Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan potensi Batam sebagai destinasi olahraga internasional.

Iven ini akan dihadiri ribuan peserta dan tamu dari berbagai negara. Dan diperkirakan akan membanjiri hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Zulkarnain (tengah) (istimewa)

“Ini sebuah penghormatan sekaligus kesempatan besar untuk memperkenalkan Batam ke mata dunia. Penyelenggaraan ini merupakan hasil kerja sama erat antara pihak penyelenggara dengan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” ujar Zulkarnaen di sela-sela pertemuan Pengurus Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Provinsi Kepri, PBFI Kota Batam, para atlet, pelatih di Harbour Bay, Batam, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA:  Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Zulkarnain menambahkan, iven ini membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.

“Pemerintah berharap multiplier effect-nya dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Selain itu, sebagai ajang promosi bagi destinasi wisata Batam,” ucapnya lagi.

Disampaikannya, peserta dan wisatawan yang hadir berkesempatan menikmati keindahan alam serta fasilitas hiburan yang tersedia. Kejuaraan dunia binaraga 2025 diharapkan berjalan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi semua peserta.

Pemerintah Kota Batam mengundang seluruh masyarakat untuk hadir mendukung dan menyaksikan. Ajang tersebut akan digelar pada 11–17 November 2025 di Hotel Pacific Palace Batam, berlangsung dari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Masyarakat Batam dan pecinta olahraga binaraga dapat hadir langsung untuk menyaksikan pertandingan. Acara ini terbuka gratis tanpa dipungut biaya. (fhy/r)