Bulog Natuna Kolaborasi dengan TNI dan Polri dalam Penyaluran Beras SPHP ke Masyarakat

Penyaluran beras SPHP melalui GPM bersama Disperidagkopum Natuna, Kepri, Kamis (26/7/2026).

NATUNA (pamungkass.com) – Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam penyaluran beras program stabilitas pasokan, dan harga pangan (SPHP) kepada masyarakat.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian dikonfirmasi, mengatakan, untuk penyaluran beras program stabilitas pasokan, dan harga pangan (SPHP) kepada masyarakat, pihaknya bekerjasama dengan TNI-Polri.

Selain itu, ucapnya, penyaluran juga dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), dan koperasi beras SPHP, juga disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Perum Bulog Cabang Natuna berkolaborasi dengan TNI dan Polri. Selain itu, kegiatan GPM juga rutin digelar bersama Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum),” kata Pencius Siburian.

BACA JUGA:  Seribuan Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Diterangkannya, upaya kolaborasi tersebut dalam rangka mempermudah masyarakat dalam mengakses beras medium, dengan harga terjangkau. “Mitra kita ada 59 RPK/pengecer pasar, satu koperasi, dan empat mitra GPM Kodim, Polres dan dua dinas,” ucapnya.

Perum Bulog mencatat rata-rata penyaluran beras SPHP dalam kegiatan GPM mencapai satu ton. Beras tersebut dijual dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET), yakni sekitar Rp11.600 per kilogram, dengan kemasan yang disediakan berukuran 5 kilogram. Sementara HET SPHP di Natuna mencapai Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per lima kilogram.

“Secara keseluruhan baik melalui RPK maupun GPM dan koperasi penyaluran SPHP relatif stabil hingga Juli 2026, meskipun di awal tahun kurang diminati masyarakat dikarenakan disparitas harga beras di pasaran tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Melalui Pemanfaatan ITSK

Ia juga menjelaskan, kehadiran beras SPHP di wilayah Natuna merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan persaingan usaha di tingkat pedagang, sehingga harga beras tetap stabil dan ketersediaan terjaga.

“Saat ini, sebanyak 118 ton beras tersedia di gudang Bulog Natuna. Dari jumlah itu, 73 ton disiapkan untuk bantuan pangan, sementara 45 ton dialokasikan untuk penyaluran SPHP,” paparnya.

Selain stok yang tersedia, sebanyak 900 ton beras masih dalam perjalanan menuju Natuna. Tambahan pasokan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Untuk stok Bulog kita pastikan aman, pasokan didatangkan secara berkala, sehingga tidak perlu panic buying (beli dalam jumlah lebih), belanjalah sesuai kebutuhan,” ucap Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, mengimbau masyarakat. (ant)