Tim Gabungan TNI-AL Amankan 1.59 Ton Pasir Timah, dan Penambang yang Diduga Ilegal di Perairan Pekajang Besar Lingga

Tim Gabungan KRI Beladau 643 dan Satgassus Timah Pusintal mengamankan pasir timah yang diduga Ilegal di Perairan Pekajang Besar, Kabupaten Lingga

LINGGA (pamungkass.com) – Tim gabungan KRI Beladau-643 bersama Tim Satgassus Timah Pusintelal TNI Angkatan Laut (AL), mengamankan 42 karung pasir timah dengan berat 1,596 kilogram (1,59 ton), bersama satu orang yang diduga penambang timah Ilegal, dalam sebuah kapal, di Perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, Kepri, Senin (27/7/2026).

Keberhasilan ini sebagai bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut, sekaligus melindungi kekayaan sumber daya alam nasional. Hal itu, setelah tim gabungan menerima informasi, dan lansung melakukan penindakan.

Usai melakukan penindakan, seluruh barang bukti (BB), bersama tersangka dibawa menggunakan KRI Beladau-643 menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut Dabo Singkep, yang kemudian diserahterimakan kepada tim pengawasan. Yakni, sebagai bagian dari proses penyidikan, dan penegakan hukum sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

BACA JUGA:  BP Batam Berikan Penghargaan kepada Mitra Strategis Pendorong Ekonomi Batam

Komandan KRI Beladau-643, Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya, S.H, M.Tr.Opsla, mengatakan, keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan laut Indonesia.

Selain menindak pelanggaran hukum, ucapnya, operasi ini juga menjadi langkah nyata TNI AL dalam melindungi kekayaan sumber daya alam nasional dari praktik eksploitasi ilegal yang merugikan negara.

“Melalui operasi yang terintegrasi dan berkesinambungan, Koarmada I akan terus mengoptimalkan kehadiran unsur-unsur TNI Angkatan Laut, di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia, guna menciptakan keamanan laut yang aman kondusif serta menegakkan hukum demi terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya.

BACA JUGA:  Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

Diterangkan, Koarmada I akan terus mengoptimalkan operasi pengamanan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. Langkah itu dilakukan melalui patroli dan operasi yang terintegrasi untuk menjaga keamanan laut serta menegakkan hukum.

“Artinya apa. Operasi ini menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan negara, dan melindungi sumber daya alam Indonesia dari praktik eksploitasi ilegal. Proses hukum terhadap terduga pelaku selanjutnya akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Komandan KRI Beladau-643. (hhk)