Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah bergembira usai baru saja melangsungkan peletakan batu pertama proyek infrastruktur terbaru.
Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang sudah lama begitu dinanti akhirnya resmi dimulai konstruksinya usai Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo melakukan groundbreaking, Sabtu, 3 Mei 2025 lalu.
Proyek ini pun akan menjadi salah satu yang paling ditunggu di kawasan Sumatera. Pasalnya pembangunan jalan layang di Lubuk Kilangan, Kota Padang ini akan menjadi salah satu yang termegah.
Jalan layang Sitinjau Lauik Panorama 1 ini ke depannya akan menjadi jalur panjang yang berdiri melayang dan membentang begitu jauh dari atas permukaan.
Merujuk pada data dari Kementerian PU, Flyover Sitinjau Lauik ini akan dibangun dengan panjang lintasan 2,7 km.
Lebih detailnya, sepanjang 1,77 km di antaranya merupakan AT grade atau merupakan jalan yang dibangun di permukaan tanah.
Sementara 1 km sisanya akan dibangun secara elevated atau melayang di atas permukaan tanah.
Melihat dari lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik Panorama 1 yang dekat dengan area hijau penuh pepohonan dan daerah yang cukup tinggi membuat jalur ini digadang-gadang akan menjadi salah satu yang tercantik.
Sebagai informasi, jalan layang Sitinjau Lauik Panorama I merupakan proyek yang terwujud berkat Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP).
Proyek megah Sumatera Barat ini memiliki nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun yang ke depannya juga akan diteruskan melalui pembangunan Sitinjau Lauik Panorama 2.
Proyek ini digarap oleh Hutama Karya dan Hutama Karya Infrastruktur dengan lama pengerjaan diperkirakan selama 2 tahun.
Jalur penghubung Kota Padang dan Solok ini pun diharapkan dapat dikerjakan dengan lancar dan dapat rampung sesuai target yang ditetapkan. *
(sumber: harianhaluan.com)













