TANJUNGPINANG (pamungkass.com) – Sejumlah dosen dan para tenaga pendidik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Sultan Abdurrahman (SAR), Kepulauan Riau (Kepri ), turut berpartisipasi dalam kegiatan, “Menteri Agama RI Menyapa ASN”, dari halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri, Kamis kemaren.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), dari berbagai satuan kerja (Satker), di lingkungan Kemenag Provinsi Kepri, meliputi seluruh ASN Kanwil Kemenag Kepri, ASN di Kemenag Kota Tanjungpinang, ASN Kemenag Kabupaten Bintan, dan perwakilan ASN STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, sebanyak 50 orang.
Dalam arahannya, Menteri Agama RI menegaskan makna mendalam atas nilai ikhlas beramal sebagai moto fundamental di Kementerian Agama, dan ASN diharapkan tidak berhenti pada level mukhlis. Yakni berbuat ikhlas, namun masih menyadari amal kebaikannya.
Agar ia mampu mencapai derajat mukhlas, yaitu sebuah keikhlasan total yang menyerahkan seluruh bentuk pengabdian semata-mata kepada Allah SWT.
“ASN Kementerian Agama harus berupaya menjadi mukhlas, yakni pribadi yang benar-benar ikhlas, yang tidak lagi menghitung atau mengingat amal kebaikan yang telah dilakukan. Tetapi, melainkan menyerahkan seluruh pengabdian hanya kepada Allah SWT,” tegas Menteri Agama.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh ASN untuk bisa menginternalisasi nilai kesabaran, rasa syukur, maupun kesadaran spiritual dalam pelaksanaan tugas.
Dikesempatan itu Menteri Agama menekankan bahwa, kematangan iman, beserta etika seorang aparatur tercermin dari kemampuan membalas keburukan dengan kebaikan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai sarana pendewasaan diri dan penguatan integritas.
Menteri Agama RI juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan hati dan integritas pribadi yang harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia mengingatkan dampak negatif budaya konsumtif dan persoalan sampah plastik yang berpotensi merusak tatanan kehidupan manusia dan alam.
Maka seluruh pesan menegaskan bahwa, ASN Kementerian Agama dituntut menjadi teladan moral, spiritual, dan ekologis, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain memberikan penguatan terhadap nilai-nilai spiritual aparatur, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi simbolis penanaman bibit pohon matoa, sebagai wujud implementasi konsep ekoteologi, yakni integrasi nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Aksi tersebut menegaskan suatu komitmen di Kementerian Agama dalam membangun birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan tanggung jawab ekologis.
Sementara itu Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama RI di Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum strategis bagi civitas academica STAIN SAR Kepri untuk terus memperkuat etos kerja, integritas kelembagaan, serta internalisasi nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.
“Kegiatan ini memberikan penguatan moral dan spiritual bagi ASN STAIN SAR Kepri bahwa pengabdian akademik dan birokrasi harus dilandasi keikhlasan, keteladanan, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan,” ungkapnya.
Kunjungan kerja Menteri Agama RI di Provinsi Kepulauan Riau diawali dengan menghadiri peringatan Isra Mikraj tingkat Provinsi Kepri, di Gedung Daerah pada malam sebelumnya. Pada pagi hari, Menteri Agama melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Pulau Penyengat, sebelum melanjutkan agenda menyapa ASN dan penanaman pohon di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri.
Partisipasi aktif ASN STAIN SAR Kepri di dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa, sebuah peran strategis perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama. Khususnya dalam penguatan moderasi beragama, integritas birokrasi, dan pengaruhutamaan nilai ekoteologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (r/nov)











