Berita  

Tingkatkan Investasi, OJK dan Pemprov Kepri Dorong Masyarakat Melek Finansial dan Waspada Pinjol Ilegal

Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, beserta pihak Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Kepri membuka FIN EXPO & FIN RUN 2025, di One Batam Mall, Batam Center, Jumat (5/10/2025). (Nov)

BATAM (pamungkass.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), menggelar Financial Expo atau FIN EXPO & FIN RUN 2025, di One Batam Mall, Batam Center, Jumat–Minggu (3–5/10/2025).

Acara yang digelar tiga hari itu dibuka langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan dihadiri Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, dan pihak terkait lainnya, Expo ini menghadirkan lebih dari 15 stan industri jasa keuangan.

Mulai dari perbankan, asuransi, pegadaian, pembiayaan, hingga investasi saham dan emas, serta UMKM, dengan mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Tidak hanya itu, sektor properti dan otomotif juga ikut ambil bagian, menciptakan perputaran transaksi yang dinilai tinggi selama pameran berlangsung.

Kepala OJK Kepri, Sinar Dananjaya, dalam sambutannya mengatakan bahwa, pertumbuhan angka kredit bank umum di Kepulauan Riau, melesat 12,26 persen secara tahunan pada triwulan kedua Tahun 2025. Maka, angka ini tertinggi di Sumatera dan peringkat ke 4 nasional.

Sehingga, ucap Sinar, dorongan besar dari sektor keuangan ini, membuat laju atas ekonomi Kepri menembus 7,14 persen. Dan menjadikan Provinsi Kepri dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatra.

Sinar menyebut peningkatan kredit mencerminkan peran kuat industri jasa keuangan dalam menopang ekonomi daerah.

“Artinya apa. Industri keuangan ini mendukung penuh pertumbuhan ekonomi Kepri,” ujar Sinar, dalam pembukaan FIN EXPO & FIN RUN 2025 di One Batam Mall, Jumat (03/10/2025).

BACA JUGA:  4 Personil Polda Kepri Dipecat Terkait Kasus Tewasnya Bripda NS

Namun, pertumbuhan kredit saja tidak cukup. Sinar mengingatkan pentingnya akselerasi inklusi keuangan agar manfaat ekonomi dirasakan lebih merata. “Saat ini, indeks inklusi nasional baru di angka 80 persen, jauh dari target 93 persen pada 2029 dan 98 persen pada 2045,” jelasnya.

Ia juga menilai program Pemprov Kepri, seperti subsidi margin kredit 0 persen, jaminan BPJS untuk nelayan, dan dukungan pembiayaan UMKM, tentu menjadi langkah penting guna memperluas akses keuangan di masyarakat.

“Banyak produk keuangan yang bisa dipilih masyarakat. Mulai dari tabungan, investasi, hingga pembiayaan. Harapannya, masyarakat makin cerdas memilih layanan sesuai kebutuhan dan mampu menjaga keuangan tetap sehat,” kata Kepala OJK Kepri, Sinar Dananjaya saat pembukaan

Ia menegaskan, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di lokasi acara, termasuk melaporkan bila pernah menjadi korban kejahatan keuangan.

“SLIK ini semacam saringan agar pembiayaan tidak bermasalah. Dengan begitu, program keuangan bisa terus berkelanjutan, terutama bagi UMKM,” paparnya.

Selain pameran, kata Sinar, acara expo ini juga menggelar talkshow menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang keuangan.

Materi mencakup manfaat, risiko, dan cara memilih produk keuangan yang tepat, termasuk edukasi soal investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

BACA JUGA:  Ibu Hamil Tewas Ditabrak Mobil saat Car Free Day di Karimun, Suami dan Anak Terluka

Sehingga dengan kegiatan expo ini, imbuhnya, diharapkan menjadi momentum agar masyarakat Batam dan Kepri tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami hak, kewajiban, serta risiko di balik setiap layanan.

“Masyarakat harus makin paham manfaat dan risiko keuangan. Di sini ada bank syariah, pegadaian, investasi emas, saham, hingga pembiayaan otomotif. Semua hadir untuk memberi alternatif solusi keuangan yang tepat,” ucap Sinar, dengan antusias.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa, arah kebijakan daerah juga diarahkan pada keseimbangan pertumbuhan dan pemerataan. “Pertumbuhan ini harus disertai dengan stabilitas dan pemerataan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Ansar.

Ansar mengungkapkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri telah mencapai hampir 11 ribu dolar AS per kapita per tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan sejajar dengan Brasilia.

Sementara dari sisi investasi, ucap Ansar, Kepri sudah membukukan capaian Rp47 triliun pada 2024 atau 130 persen dari target, dan hingga semester pertama 2025 sudah mengumpulkan Rp30 triliun dari target Rp50 triliun.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menekankan pentingnya terhadap kolaborasi OJK, pemerintah, serta lembaga jasa keuangan, terutama dalam memberi perlindungan ke masyarakat. Ia pun mengingatkan maraknya korban dari pinjol ilegal, akibat minimnya pemahaman atas literasi keuangan.

“Baru beberapa hari lalu Pemprov Kepri melantik Satgas Pasti untuk memberantas aktivitas keuangan ilegal. Karena banyak masyarakat jadi korban atas ketidaktahuannya. Padahal ada lembaga resmi yang bisa dimanfaatkan. Itu sebabnya edukasi seperti ini harus masif,” tegas Ansar.

BACA JUGA:  BP Batam Bidik Investasi Jepang, Perkuat Posisi Batam sebagai Destinasi Industri Strategis

Bahkan dalam kesempatan itupun Gubernur Ansar juga menuturkan pengalaman pribadi saat membantu orang dekat yang terlilit pinjol.

“Saya tahu betul bahayanya Pinjol. Karena itu saya apresiasi OJK dan semua pihak yang terlibat. Marilah kita saling membahu membangun Kepri melalui literasi keuangan yang kuat,” tegasnya.

Rangkaian FIN EXPO & FIN RUN 2025 ini ikut meramaikan suasana dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, mulai dari financial talks, money relay, lomba mewarnai, kuis Rangking 1, spin wheel, live music, hingga pameran layanan keuangan. Sehingga kegiatan ini membuka ruang masyarakat untuk mengenal lebih dekat industri keuangan dan belajar memanfaatkannya secara bijak. (Nov)