JAKARTA (pamungkass.com) – Minum kopi saat sahur atau berbuka sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun ternyata, konsumsi kopi yang terlalu sering saat puasa bisa membuat kulit lebih cepat kering. Hal ini dijelaskan oleh dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E saat ditemui di acara Press Conference Vaseline Gluta-Hya Hydration Clinic pada Jumat (20/2/26).
Dokter Amanda menyebutkan bahwa kopi dan teh memiliki sifat diuretik yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
“Sebetulnya ada kandungan-kandungan bahan makanan atau dari minuman yang sifatnya adalah diuretik. Diuretik itu dia bisa menarik cairan keluar,” jelasnya. Artinya, minuman seperti kopi dan teh dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan cairan lebih banyak melalui urin.
Dalam kondisi normal, efek diuretik ini mungkin tidak terlalu berdampak. Namun saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Jika pada waktu sahur atau berbuka justru mengonsumsi minuman yang mempercepat pengeluaran cairan, risiko dehidrasi bisa meningkat.
“Kalau misalnya kita lagi berpuasa kan sebetulnya intake kita tuh udah terbatas, jadi kita nggak pengen dari jumlah yang terbatas itu terus banyak yang terbuang juga,” lanjut dr. Amanda.
Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit menjadi salah satu bagian yang terdampak. Kulit bisa terasa lebih kering, tampak kusam, terasa kencang, bahkan lebih mudah mengelupas. Kondisi ini terjadi karena kulit sangat bergantung pada hidrasi dari dalam tubuh. Saat cairan berkurang, kelembapan alami kulit pun ikut menurun.
Lalu, berapa kali sebaiknya minum kopi saat puasa? Menurut dr. Amanda, sebenarnya tidak ada batasan pasti. Namun ia menyarankan untuk mengurangi frekuensinya.
“Sebaiknya sih diminimalisir aja selama berpuasa, nggak harus rutin setiap hari. Kalau bisa dikurangi, misalnya 2 atau 3 hari sekali, itu akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Jika memang sulit menghindari kopi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya adalah dengan mengatur kepekatan minuman agar tidak terlalu kuat. Selain itu, pastikan kebutuhan air putih tetap tercukupi saat sahur dan berbuka. Ia juga menambahkan pentingnya perawatan dari luar, seperti penggunaan pelembap, agar cairan di lapisan kulit tidak cepat menguap dan kulit tetap terhidrasi.
Dengan mengontrol konsumsi kopi dan menjaga asupan cairan, kondisi kulit bisa tetap terjaga selama bulan puasa. Jadi, bukan berarti harus berhenti total, tetapi lebih bijak dalam mengatur pola minum agar kulit tidak semakin kering dan kusam. *
(sumber: detik.com)













