Pamungkass.com
Berita  

OJK: Industri Jasa Keuangan Kepri Tumbuh Solid, Kredit Melaju 25,85 Persen

Kepala OJK Provinsi Kepri Sinar Danandjaya, didampingi Muhammad Lutfi, dalam kegiatan media gathering dan buka puasa bersama awak media di Kantor Perwakilan OJK Kepri, Selasa (03/03/2026). (foto: nov)
banner 120x600

BATAM (pamungkas.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor industri jasa keuangan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tumbuh positif yang ditopang oleh stabilitas ekonomi daerah, dan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan dengan baik.

Dimana, hingga Desember 2025, penetrasi maupun jumlah Single Investor Identification (SID) di Kepri, tercatat mencapai 483.909 orang, melonjak 38,39 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menegaskan bahwa lonjakan ini mencerminkan peningkatan minat sekaligus literasi masyarakat terhadap investasi di instrumen pasar modal.

“Jumlah investor saham di wilayah Kepulauan Riau terus bertumbuh konsisten. Per Desember 2025, total SID telah menembus 483.909 orang. Capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap pasar modal semakin kuat,” ujar Sinar Danandjaya, didampingi oleh Muhammad Lutfi, dalam kegiatan Media Gathering dan Buka Puasa Bersama di Kantor Perwakilan OJK Kepri, Selasa (03/03/2026).

Berdasarkan data OJK, kata Sinar, jumlah SID di Kepri menunjukkan grafik pertumbuhan yang impresif dalam tiga tahun terakhir:

Tahun 2023: 308.557 investor.
Tahun 2024: 349.666 investor.
Sedangkan Tahun 2025: 483.909 investor (lonjakan tajam).

Sinar pun menilai dominasi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industri di Kepri, menjadi motor utama tingginya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi.

Dari sisi pemetaan wilayah, Kota Batam memimpin jauh dengan total 334.801 SID. Berikut adalah rincian jumlah investor di kabupaten/kota lainnya di Kepri:

Kota Tanjungpinang: 60.995 orang Kabupaten Karimun: 39.248 orang Kabupaten Bintan: 25.151 orang Kabupaten Natuna: 9.802 orang Kabupaten Lingga: 8.968 orang Kabupaten Kepulauan Anambas: 4.944 orang.

Hal yang menarik itu adalah, papar Kepala OJK Kepri, rasio kepadatan investor terhadap jumlah penduduk yang terus meningkat. Pada tahun 2025, tercatat sekitar satu dari lima warga Kepri telah aktif bertransaksi di pasar modal.

“Maka, angka ini menjadi indikator positif bagi tingkat inklusi terhadap keuangan di daerah. Khususnya di Kepri,” paparnya.

Ke depan, OJK Kepri berkomitmen untuk terus memperkuat program edukasi dan literasi keuangan guna menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami akan memperluas jangkauan edukasi, terutama menyasar generasi muda dan pelaku UMKM. Fokus kami adalah memastikan masyarakat tidak hanya sekadar menjadi investor, tetapi juga memahami risiko serta karakteristik produk investasi yang mereka pilih,” jelasnya.

Secara kinerja, aset perbankan di Kepri tumbuh 13,74 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 13,44 persen.

Sementara itu, pertumbuhan kredit tercatat mencapai 25,85 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan kredit nasional. Menurut Sinar, capaian tersebut menunjukkan perbankan di Kepri berkontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi daerah.

“Pertumbuhan kredit yang tinggi ini mencerminkan kepercayaan dunia usaha dan masyarakat terhadap sektor perbankan,” katanya.

Dari sisi likuiditas, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,2 persen, sedikit di bawah angka nasional sebesar 13,83 persen. Meskipun demikian, kondisi likuiditas dinilai tetap sehat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum di Kepri sebesar 94,07 persen atau masih di bawah ambang batas 100 persen.

Kualitas kredit juga menunjukkan tren perbaikan. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) bank umum turun dari 2,84 persen pada 2024 menjadi 2,34 persen pada 2025.

“Penurunan NPL ini menunjukkan kualitas kredit tetap terjaga dan pengelolaan risiko oleh perbankan berjalan dengan baik,” ujar Sinar.

OJK berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut, sehingganya sektor jasa keuangan di Kepri bisa semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (nov)

banner 325x300