Pamungkass.com
Hukum  

Tragedi Miras Oplosan di Lapas Bukittinggi, Korban Tewas Bertambah!

ilustrasi (internet)
banner 120x600

Bukittinggi (pamungkass.com) – Jumlah korban tewas akibat konsumsi minuman keras (miras) oplosan yang mengandung bahan parfum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukit tinggi, Sumatera Barat, bertambah.

Hingga Senin (5/5/2025) siang, tercatat tiga orang telah kehilangan nyawa akibat insiden tragis ini.

Satu korban lainnya yang sebelumnya dalam kondisi kritis kini dilaporkan telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Korban terakhir yang meninggal dunia adalah Hengky Marta Yendi, seorang narapidana berusia 24 tahun yang bekerja sebagai tukang pangkas rambut.

Hengky, yang berasal dari Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (3/5/2025) pukul 21.00 WIB di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Idris Bakara, mengungkapkan bahwa Hengky sempat dirawat dalam kondisi kritis dengan bantuan ventilator.

“Korban yang meninggal dunia bertambah satu orang pada hari Sabtu, namun pihak kepolisian baru menerima informasi pada hari Minggu,” ujar AKP Idris pada Senin (5/5/2025).

Sebelumnya, dua korban lainnya yang meninggal dunia adalah Ilham alias Ambril (35), warga Kampung Pisang Sianok, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, yang meninggal pada Rabu (30/4/2025) sore, dan Ali Akbar (34), warga Simarasok, Kecamatan Baso, yang meninggal pada Kamis (1/5/2025) siang.

Menurut diagnosa medis, para korban mengalami keracunan alkohol yang menyebabkan gagal napas.

Sebanyak 23 penghuni lembaga pemasyarakatan menjadi korban dalam pesta minuman keras oplosan ini, yang meliputi narapidana serta tahanan titipan dari kejaksaan.

Insiden ini terjadi setelah acara puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 pada Selasa (29/4/2025).

Para korban mulai merasakan gejala seperti pusing, mual, dan gangguan penglihatan sejak Selasa malam. Mereka baru mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit pada Rabu siang dan sore harinya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal usul minuman keras oplosan yang beredar di dalam lapas. *

(sumber: harianhaluan.com)

banner 325x300